Demam Saham Nikel Potensi Berlanjut, dari ANTM hingga PURE
Bisnis.com, JAKARTA - Saham emiten yang memiliki portofolio bisnis berkaitan dengan komoditas nikel telah berhasil mencuri perhatian investor dalam beberapa perdagangan terakhir.
Demam saham itu lantaran harga komoditas berada dalam tren bullish dan prospek gencarnya penetrasi kendaraan listrik secara global, mengingat logam dasar itu merupakan bahan baku utama baterai kendaraan listrik.
Berdasarkan data Bloomberg, harga nikel di bursa London telah menguat hingga 9,42 persen sepanjang tahun berjalan 2020. Nikel sempat ditutup di level US$16.023 per ton pada medio Oktober 2020, posisi penutupan tertinggi nikel sejak 11 bulan terakhir.
Adapun, saham yang diserbu investor antara lain, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang berhasil menguat 33,93 persen sepanjang tahun berjalan 2020 dan terapresiasi hingga 56,25 persen dalam 3 bulan perdagangan terakhir.
Selain itu, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) juga menguat 17,31 persen sepanjang tahun berjalan 2020 dan naik 24,49 persen dalam 3 bulan perdagangan terakhir.
Saham emiten PT Trinitan Metals and Minings Tbk. (PURE) yang tengah membangun smelter nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu pun berhasil naik tajam 125,42 persen dalam tiga bulan terakhir, kendati kinerja sepanjang tahun berjalan 2020 masih terkoreksi 1,48 persen.