Bakal Beroperasi di Meranti, Bupati Irwan Minta PT Timah Tbk Prioritaskan Bantuan ke Nelayan
SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir meminta PT Timah Tbk memprioritaskan bantuan program kemintraan ke nelayan. Pasalnya, nelayan lah yang mengalami langsung dampak dari beroperasinya PT Timah.
Disampaikan Eko Yori Faruza, Kabid ADM dan Keuangan PT Timah Tbk wilayah Kepulauan Riau dan Riau, mereka bergerak di bidang penambahan timah. Wilayah operasi PT Timah berada di Bangka Belitung, Kepri, dan Riau.
PT Timah Tbk akan beroperasi di Topang Kecamatan Rangsang. Saat ini sedang menunggu izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK).
Dikatakannya lagi, PT Timah Tbk tak hanya menambang. Tetapi mereka juga mempunyai tanggungjawab sosial yaitu penyaluran dana kemitraan, CSR, dan reklamasi.
Itu disampaikan Eko di hadapan lebih 145 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kepulauan Meranti saat mensosialisasi program kemitraan PT Timah Tbk.
Menanggapi hal ini, Irwan Nasir mengucapkan terimakasih kepada PT Timah Tbk. Ia berharap program PKBL PT Timah Tbk tepat sasaran dan kalau bisa sinkron dengan program pemerintah.
Irwan Nasir juga meminta PT Timah Tbk memetakan betul-betul sesuai zonasi ketika menyalurkan PKBL.
Akibat penambangan timah, air akan menjadi keruh. Ini pasti berdampak menurunnya hasil tangkap nelayan di Topang, Tanjunggemuk dan sekitarnya. Untuk itu, warga masyarakat yang terkena dampak langsung dari operasi PT Timah Tbk, yang dalam hal ini nelayan, harus diprioritaskan.
"Nelayan lah yang terkena dampak langsung dari operasi PT Timah Tbk ini. Tolong prioritaskan mereka," ujar Irwan saat membuka sosialisasi.
Di hadapan perwakilan PT Timah Tbk, Irwan juga menceritakan tujuan ia memberi izin ke PT Wahana Perkit Jaya (WPJ) di Pulau Topang. Perusahaan penambangan dan smelter timah di Topang itu mendapat izin dengan harapan bisa menyerap banyak tenaga kerja dan masyarakat merasakan dampak peningkatan ekonomi.
"2013 pengolahan timah saya beri izin ke WPJ, dengan syarat, mereka harus membangun smelter di Topang," cerita Irwan.
Setelah smelter terbangun dan WPJ beroperasi, tambah bupati dua periode itu, hampir semua masyarakat Topang mendapat keuntungan ekonomi. Bahkan masyarakat yang dulunya bekerja di Malaysia kembali pulang ke Topang. Sebab, di sana banyak peluang kerja.
"Smelter (PT WPJ, red) tolong dihidupkan kembali. Tujuan diberi izin ke WPJ untuk kemaslahatan ummat, supaya masyarakat bisa bekerja," kata Irwan lagi.
Kemudian, kepada masyarakat, IKM, UKM, dan koperasi, Irwan meminta peluang ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. "Jangan pula alat yang dibantu, dijual. Memang dapat uang, tapi itu akan segera habis. Kedepan tidak ada (uang) lagi," pesan Irwan.
Saat sosialisasi, juga dihadiri Erwan Sudarto Kabid Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), Humas PT Timah Tbk Afriano Putra.
Sekda Yulian Norwis, KadisperindagkopUKM M Aza Faroni, Kepala Bappeda Maamun Murod, Kaban Penanaman Modal Irmansyah, Kabag Ekonomi Agusyanto, Kabid Koperasi dan UKM, dan beberapa pejabat lainnya. ***
PT PLN (Persero) siap memasok listrik untuk mendukung operasional pabrik pengolahan dan pemurnian atau (smelter) feronikel milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Halmahera Timur, Maluku Utara. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN siap memasok kebutuhan listrik Antam sebesar 75 Megawatt (MW) selama 30 tahun ke depan.
PT PLN (Persero) berkomitmen akan menyuplai listrik sebesar 75 megawatt (MW) ke pabrik pengolahan dan pemurnian feronikel atau smelter milik PT Aneka Tambang (Antam) di Halmahera Timur, Maluku Utara.
PT PLN (Persero) akan menjadi pemasok listrik untuk mendukung operasional pabrik pengolahan dan pemurnian atau (smelter) feronikel milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang berada di Halmahera Timur, Maluku Utara.